Repositori

Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS: Panduan Praktis bagi Peneliti

Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS

ANALISIS DATA PENELITIAN MENGGUNAKAN SPSS: PANDUAN PRAKTIS BAGI PENELITI

  • Penulis: aconasir07
  • Tanggal Terbit: Agustus 21, 2025
  • Kategori: Edukasi Statistik & Metodologi Penelitian
  • Rujukan Buku: Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS karya Muhammad Ali P., S.Pd., M.Pd. (Diterbitkan oleh CV. Cemerlang Publishing, Agustus 2024).

Dalam konstelasi metodologi ilmiah, data empiris menempati posisi sentral sebagai jantung dan fondasi dari setiap inferensi penalaran. Sebuah kajian teoritis, sekuat apa pun struktur konseptualnya, akan kehilangan daya tawar ilmiah jika tidak didukung oleh pembuktian faktual yang valid di lapangan. Namun, proses pengumpulan data barulah sebuah langkah awal; tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana mengolah, menganalisis, serta menginterpretasikan data mentah tersebut agar mampu bertransformasi menjadi sebuah pengetahuan baru yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi mayoritas akademisi, mahasiswa tingkat akhir yang tengah bergelut dengan skripsi, maupun peneliti profesional di bidang ilmu sosial, pendidikan, kesehatan, dan bisnis, fase komputasi statistik sering kali dipandang sebagai momok yang membingungkan. Kerumitan rumus matematis manual kerap menjadi hambatan psikologis dalam penyelesaian riset. Kehadiran perangkat lunak statistik berbasis komputer menjadi angin segar untuk mengatasi kendala tersebut. Salah satu aplikasi paling mutakhir dan legendaris yang tetap menjadi pilihan utama lintas generasi adalah SPSS (Statistical Package for the Social Sciences).

Guna memberikan panduan yang sistematis, pragmatis, dan mudah dipahami tanpa kehilangan esensi akademisnya, buku berjudul “Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS” karya Muhammad Ali P., S.Pd., M.Pd. hadir di ruang publik. Buku yang diterbitkan oleh CV. Cemerlang Publishing pada Agustus 2024 ini dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan antara teori statistika yang abstrak dengan praktik komputasi data di layar komputer. Artikel ini akan menguraikan secara mendalam, memperluas cakupan analisis, serta menyajikan tinjauan komprehensif atas materi-materi fundamental yang dibahas dalam literatur wajib tersebut.

1. Arsitektur Dasar SPSS: Dari Proses Instalasi hingga Manajemen Variabel

Keunggulan komparatif SPSS dibandingkan dengan perangkat lunak pemrograman statistik berbasis kode (seperti R atau Python) terletak pada antarmukanya yang sangat ramah pengguna (user-friendly). Dengan mengadopsi sistem navigasi berbasis menu visual (drop-down menu) yang menyerupai pola lembar kerja Microsoft Excel, SPSS memangkas kurva belajar mahasiswa maupun peneliti pemula secara signifikan. Buku karya Muhammad Ali P. ini mengawali pembahasannya secara taktis dengan memandu pembaca melakukan instalasi perangkat lunak (menggunakan rujukan SPSS versi 21) hingga mengenali anatomi ruang kerja digitalnya.

Ketika pertama kali membuka program, pengguna akan dihadapkan pada dua ruang navigasi utama yang memiliki fungsi eksekutif berbeda namun saling terintegrasi secara simultan:

  • Data View: Ruang ini berfungsi sebagai lembar kerja matriks tempat peneliti memasukkan (input) seluruh data numerik mentah yang diperoleh dari kuesioner, lembar observasi, maupun hasil tes eksperimen. Kolom merepresentasikan variabel, sedangkan baris merepresentasikan subjek atau responden riset.
  • Variable View: Ruang operasional ini digunakan untuk mendefinisikan karakteristik dari setiap variabel yang ada. Di sinilah akurasi riset dipertaruhkan. Peneliti wajib menentukan nama variabel, tipe data (numerik atau teks), pelabelan nama yang representatif, pengkodean nilai kategorikal (value labeling), penanganan data yang hilang (missing values), hingga penentuan skala pengukuran secara tepat (Scale, Ordinal, atau Nominal).

Penulis buku memberikan catatan kritis yang sangat penting pada bab awal ini: kesalahan dalam mendefinisikan skala pengukuran pada Variable View akan mengakibatkan bias komputasi yang fatal (Garbage In, Garbage Out). Sebagai contoh, jika data berskala nominal (seperti jenis kelamin atau kode wilayah) dimasukkan sebagai data berskala rasio (numerik murni), SPSS akan tetap memproses operasi matematika seperti mencari nilai rata-rata (mean), yang secara logis tidak memiliki makna interpretasi ilmiah bagi data kategorikal.

2. Fondasi Statistik Deskriptif dan Urgensi Uji Asumsi Klasik (Normalitas)

Setelah data berhasil diinput dan dikonfigurasi secara sempurna, tahapan analisis berikutnya adalah penyajian statistik deskriptif. Langkah ini bertujuan untuk memetakan potret umum dan karakteristik sebaran data empiris sebelum peneliti melangkah lebih jauh melakukan pengujian hipotesis (statistik inferensial). Dalam sistematika buku ini, analisis deskriptif dibedah menjadi tiga instrumen operasional:

  1. Analisis Frekuensi: Digunakan untuk menghitung persentase dan distribusi data frekuensi dari variabel kategorikal, seperti gambaran demografi responden berdasarkan rentang usia, tingkat pendidikan, atau jenis pekerjaan.
  2. Analisis Deskriptif Angka: Berfokus pada pencarian nilai-nilai tendensi sentral dan dispersi data untuk variabel kontinu, yang mencakup nilai Rata-rata (Mean), Nilai Tengah (Median), Nilai Sering Muncul (Modus), Standar Deviasi (Simpangan Baku), serta Nilai Minimum dan Maksimum.
  3. Analisis Eksplorasi (Explore): Berfungsi untuk memeriksa sebaran data secara mendalam, menilai kemiringan kurva (skewness dan kurtosis), serta mengidentifikasi keberadaan data ekstrem atau pencilan (outlier) yang berpotensi merusak model statistik.

Menyambung analisis deskriptif, Muhammad Ali P. menekankan pentingnya melakukan Uji Normalitas sebagai bagian dari uji asumsi klasik. Statistik inferensial parametrik (seperti uji-t, ANOVA, dan Regresi Linier) mensyaratkan bahwa data sampel harus ditarik dari populasi yang berdistribusi normal. Buku ini memandu pembaca mengeksekusi dua uji normalitas paling otoritatif dalam SPSS, yakni metode Kolmogorov-Smirnov (ideal untuk sampel besar) dan Shapiro-Wilk (sangat sensitif dan akurat untuk sampel kecil di bawah 50 responden). Jika nilai signifikansi (p-value) yang dihasilkan > 0,05, maka data dinyatakan berdistribusi normal dan aman untuk dianalisis menggunakan statistik parametrik.

3. Menguji Komparasi: Anatomi Perbedaan Kelompok Data

Dalam banyak desain penelitian—khususnya riset eksperimental dan kausal komparatif—peneliti sering kali dituntut untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan rata-rata yang signifikan antara dua atau lebih kelompok sampel. Buku ini mengupas tuntas tiga variasi Uji-T (T-Test) yang paling sering digunakan dalam praktik riset mahasiswa:

  • Uji T Satu Sampel (One-Sample T-Test): Digunakan untuk membandingkan nilai rata-rata dari satu kelompok sampel tunggal dengan suatu nilai standar atau nilai parameter acuan yang telah ditetapkan sebelumnya (misalnya, membandingkan rata-rata nilai matematika siswa sekolah tertentu dengan standar ketuntasan minimal nasional).
  • Uji T Sampel Bebas (Independent Sample T-Test): Diaplikasikan ketika peneliti ingin membandingkan nilai rata-rata dari dua kelompok subjek yang saling bebas dan tidak berkaitan satu sama lain. Contoh standarnya adalah menguji perbedaan efektivitas hasil belajar antara kelompok siswa laki-laki dengan kelompok siswa perempuan, atau kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen.
  • Uji T Sampel Berpasangan (Paired Sample T-Test): Digunakan untuk membandingkan rata-rata dari satu kelompok subjek yang sama, namun diukur dalam dua kondisi atau dimensi waktu yang berbeda. Desain ini merupakan menu wajib dalam riset eksperimen dengan pola pengujian sebelum perlakuan (pre-test) dan sesudah perlakuan (post-test).

Melalui visualisasi tangkapan layar yang runtut, buku ini mengajarkan cara membaca tabel output Independent Samples Test, khususnya bagian uji homogenitas varians (Levene’s Test) sebelum menarik kesimpulan akhir pada baris nilai Sig. (2-tailed).

4. Menjaga Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

Sebuah analisis data statistik tidak akan memiliki nilai kebenaran jika data tersebut diperoleh dari instrumen (seperti kuesioner atau angket) yang cacat secara metodologis. Oleh karena itu, sebelum kuesioner disebarkan secara masif pada sampel riset sesungguhnya, dilakukan uji coba instrumen terlebih dahulu menggunakan analisis validitas dan reliabilitas melalui SPSS.

  • Uji Validitas: Berfungsi untuk menguji keabsahan atau ketepatan butir-butir pertanyaan kuesioner dalam mengukur variabel riset yang sesungguhnya. Dalam SPSS, teknik ini dieksekusi melalui menu Bivariate Correlation dengan metode Pearson Product Moment. Setiap butir pertanyaan dinilai validitasnya dengan membandingkan nilai koefisien korelasi ($r_{hitung}$) dengan nilai $r_{tabel}$ pada tingkat signifikansi tertentu, atau secara praktis melihat nilai signifikansi korporasi yang harus berada di bawah nilai 0,05.
  • Uji Reliabilitas: Dilakukan untuk mengukur tingkat konsistensi, stabilitas, dan keandalan instrumen pengumpul data. Jika instrumen tersebut digunakan secara berulang pada subjek yang berbeda namun memiliki karakteristik sejenis, hasilnya harus menunjukkan konsistensi angka. SPSS menyediakan pengujian berbasis koefisien Cronbach’s Alpha. Berdasarkan konvensi metodologis yang dirujuk dalam buku ini, sebuah instrumen kuesioner dinyatakan andal dan reliabel jika nilai Cronbach’s Alpha secara keseluruhan menembus angka ambang batas > 0,70.

5. Pemodelan Hubungan: Analisis Korelasi dan Regresi Linier

Inti dari sebagian besar penelitian kuantitatif adalah menyelidiki dan membuktikan adanya pola hubungan atau pengaruh antarvariabel. Muhammad Ali P. membedah topik krusial ini menjadi dua spektrum analisis yang saling berkesinambungan:

A. Analisis Korelasi (Correlation)

Digunakan untuk mengetahui kekuatan arah, serta sifat hubungan linier antara dua variabel tanpa menyatakan adanya hubungan kausalitas (sebab-akibat). Melalui koefisien korelasi Pearson ($r$), SPSS akan menampilkan angka yang berkisar antara -1 hingga +1. Nilai mendekati +1 menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat, nilai mendekati -1 merepresentasikan hubungan negatif (berkebalikan) yang kuat, sedangkan angka 0 menandakan tidak adanya hubungan linier sama sekali.

B. Analisis Regresi (Regression)

Melangkah lebih jauh dari korelasi, analisis regresi digunakan untuk memprediksi sejauh mana variabel independen (variabel bebas) secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh multiplikatif terhadap variabel dependen (variabel terikat). Buku ini memandu pengujian Regresi Linier Sederhana hingga Regresi Linier Berganda. Peneliti diajarkan cara membaca tiga tabel output utama dari SPSS: tabel Model Summary untuk melihat nilai Koefisien Determinasi ($R^2$) yang menunjukkan persentase kontribusi pengaruh variabel bebas, tabel ANOVA untuk uji kelayakan model (Uji F), serta tabel Coefficients untuk melihat persamaan garis regresi dan uji signifikansi parsial (Uji t).

6. Melangkah Lebih Jauh: Introduksi Analisis Jalur (Path Analysis) dan Sinergi LISREL

Salah satu daya tarik dan nilai pembeda utama dari buku “Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS” ini adalah keberanian penulis untuk memasukkan bab mengenai Analisis Jalur (Path Analysis). Analisis jalur merupakan pengembangan dari analisis regresi linier berganda yang digunakan untuk menguji pola hubungan kausalitas yang lebih kompleks, di mana peneliti melibatkan variabel intervening (variabel antara/mediasi).

Menariknya, meskipun judul buku ini berfokus pada SPSS, Muhammad Ali P. secara bijak memperkenalkan perangkat lunak pendukung bernama LISREL (Linear Structural Relations) pada bagian akhir bab ini. Penulis memberikan edukasi metodologis bahwa meskipun SPSS mampu menghitung nilai koefisien jalur melalui serangkaian regresi bertahap, SPSS memiliki keterbatasan bawaan dalam menangani pemodelan persamaan struktural (SEM) yang rumit. LISREL hadir sebagai perangkat lunak komplementer yang jauh lebih kuat dan presisi dalam mengestimasi kesalahan pengukuran (measurement error) serta menguji kecocokan model (Goodness of Fit) secara simultan. Sinergi pengetahuan kedua software ini memberikan wawasan akademik yang sangat berharga bagi peneliti tingkat lanjut.

Kelebihan Buku: Mengapa Layak Menjadi Referensi Utama?

Berdasarkan struktur materi yang dihadirkan, ada beberapa parameter keunggulan objektif yang membuat buku terbitan CV. Cemerlang Publishing ini sangat direkomendasikan:

  1. Praktis dan Sistematis: Alur bahasan disusun secara kronologis mengikuti ritme kerja peneliti di lapangan, mulai dari membuka software hingga teknik menyalin tabel output ke dalam draf laporan Microsoft Word.
  2. Aksesibilitas Bahasa: Penulis menghindari jargon statistik yang terlalu teoretis dan menggantinya dengan narasi operasional harian, menjadikannya sangat bersahabat bagi pemula.
  3. Cakupan Analisis yang Luas: Buku ini tidak berhenti pada statistik dasar (deskriptif), melainkan berani menuntun pembaca hingga ke tingkat pemodelan struktural/analisis jalur.
  4. Kontekstualisasi Kasus Nyata: Penjelasan aplikasi menu didasarkan pada contoh kasus riil penelitian dunia pendidikan dan pengajaran, sehingga pembaca dapat langsung mereplikasinya pada data pribadi mereka.

Kesimpulan

Buku “Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS” karya Muhammad Ali P., S.Pd., M.Pd. merupakan sebuah kontribusi literatur ilmiah-praktis yang sangat bernilai tinggi dalam perkembangan metodologi penelitian kuantitatif di Indonesia. Buku terbitan CV. Cemerlang Publishing ini berhasil mendobrak stigma bahwa statistik itu rumit dan menakutkan, dengan menyajikan pendekatan instruksional yang taktis, runtut, dan langsung berorientasi pada praktik di depan komputer (screen-by-screen guide).

Kelebihan utama buku ini terletak pada kemampuannya menyederhanakan bahasa statistik teoretis ke dalam narasi operasional harian yang mudah dicerna oleh mahasiswa, tanpa sedikit pun mengurangi rigiditas kaidah-kaidah ilmiah. Penyertaan contoh kasus riil penelitian membuat setiap ulasan bab terasa sangat membumi dan aplikatif. Bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan skripsi, dosen pembimbing riset, maupun praktisi survei kelembagaan, buku ini dipastikan akan menjadi investasi intelektual dan “teman setia” yang sangat diandalkan dalam menghasilkan laporan penelitian yang akurat, valid, ilmiah, serta dapat dipertanggungjawabkan di hadapan dewan penguji. Dengan membaca buku ini, diharapkan kualitas penelitian kuantitatif di Indonesia akan semakin meningkat secara signifikan.

© 2026 CV. Cemerlang Publishing. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang. Kutipan ilmiah wajib mencantumkan sumber penerbitan resmi.

Dalam dunia penelitian, data adalah jantung dari setiap temuan. Tanpa data, penelitian hanya akan menjadi teori tanpa pembuktian. Namun, mengumpulkan data saja tidak cukup; data harus diolah, dianalisis, dan ditafsirkan agar bisa memberikan jawaban yang valid terhadap pertanyaan penelitian. Di sinilah perangkat lunak statistik memainkan peran penting. Salah satu software yang paling populer di kalangan peneliti sosial, pendidikan, kesehatan, dan bisnis adalah SPSS (Statistical Package for the Social Sciences).

Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS

Buku “Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS” yang ditulis oleh Muhammad Ali P., S.Pd., M.Pd. dan diterbitkan oleh CV. Cemerlang Publishing (Agustus 2024) hadir sebagai panduan praktis yang membantu mahasiswa, dosen, maupun peneliti memahami cara menggunakan SPSS untuk menganalisis data penelitian.

Artikel ini akan membahas isi utama buku tersebut, mulai dari pengenalan SPSS, cara input data, analisis deskriptif, uji normalitas, analisis komparasi, uji validitas dan reliabilitas, hingga korelasi, regresi, dan analisis jalur.

Mengenal SPSS: Dari Instalasi hingga Input Data

SPSS adalah perangkat lunak statistik yang sangat user-friendly karena memiliki tampilan berbasis menu yang mirip dengan aplikasi Microsoft Excel. Hal ini membuatnya mudah digunakan, bahkan oleh peneliti pemula.

Dalam buku ini dijelaskan langkah-langkah awal penggunaan SPSS, dimulai dari instalasi SPSS versi 21. Setelah berhasil diinstal, pengguna diperkenalkan pada tampilan utama SPSS yang terbagi ke dalam dua jendela penting:

  1. Data View – tempat memasukkan data numerik yang dikumpulkan dari penelitian.
  2. Variable View – tempat mendefinisikan variabel, menentukan jenis data, label, nilai kategori, hingga skala pengukuran.

Bagian ini sangat penting karena kesalahan dalam mendefinisikan variabel dapat berakibat pada analisis yang tidak akurat. Misalnya, data kategorikal yang dimasukkan sebagai numerik murni akan menghasilkan output yang salah.

Analisis Deskriptif dan Uji Normalitas

Langkah pertama setelah data terkumpul adalah melakukan analisis deskriptif. Analisis ini bertujuan menggambarkan data penelitian secara umum sebelum dilakukan uji hipotesis.

Buku ini membahas tiga teknik utama:

  1. Analisis Frekuensi – digunakan untuk melihat distribusi data, misalnya jumlah responden berdasarkan jenis kelamin.
  2. Analisis Deskriptif – menghasilkan nilai mean, median, modus, standar deviasi, minimum, dan maksimum.
  3. Analisis Eksplorasi – untuk melihat data secara lebih mendalam, termasuk deteksi outlier.

Setelah analisis deskriptif, peneliti biasanya melakukan uji normalitas. Uji ini penting karena banyak teknik statistik parametrik (seperti uji t dan regresi) mengasumsikan bahwa data berdistribusi normal. Dalam SPSS, uji normalitas bisa dilakukan dengan Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk.

Analisis Komparasi: Menguji Perbedaan Data

Analisis komparasi digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan antara kelompok data. Buku ini menjelaskan tiga jenis uji T:

  1. Uji T Satu Sampel – digunakan untuk membandingkan rata-rata sampel dengan nilai tertentu (misalnya standar nasional).
  2. Uji T Sampel Bebas (Independent Sample T-Test) – digunakan ketika membandingkan dua kelompok yang berbeda, misalnya hasil belajar siswa laki-laki dan perempuan.
  3. Uji T Sampel Berpasangan (Paired Sample T-Test) – digunakan ketika data berasal dari kelompok yang sama tetapi diukur dalam dua kondisi berbeda, misalnya nilai sebelum dan sesudah perlakuan.

Dengan SPSS, hasil uji komparasi dapat ditampilkan dengan mudah, lengkap dengan nilai signifikansi (p-value).

Uji Validitas dan Reliabilitas

Sebelum data dianalisis lebih jauh, instrumen penelitian (misalnya kuesioner) harus dipastikan valid dan reliabel.

  • Uji Validitas bertujuan untuk mengetahui apakah item dalam instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam SPSS, validitas bisa diuji dengan korelasi Pearson. Item yang valid biasanya memiliki nilai korelasi > 0,3.
  • Uji Reliabilitas memastikan konsistensi instrumen. Jika diuji ulang pada waktu berbeda, hasilnya tetap stabil. SPSS menyediakan uji Cronbach’s Alpha, di mana nilai > 0,7 dianggap reliabel.

Bagian ini sangat membantu mahasiswa yang sering kali bingung ketika harus melaporkan validitas dan reliabilitas instrumen penelitian mereka.

Korelasi dan Regresi

Salah satu bagian inti dari analisis data adalah melihat hubungan antarvariabel. Buku ini menjelaskan dua teknik populer:

  1. Korelasi – digunakan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antarvariabel. Misalnya, apakah ada hubungan antara motivasi belajar dan prestasi akademik. SPSS memberikan nilai koefisien korelasi (r) yang berkisar antara -1 hingga +1.
  2. Regresi – digunakan untuk memprediksi pengaruh satu atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat. Misalnya, seberapa besar pengaruh motivasi dan kedisiplinan terhadap prestasi belajar siswa.

Dengan SPSS, output korelasi dan regresi tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga signifikansi hubungan tersebut, sehingga peneliti bisa membuat kesimpulan dengan dasar yang kuat.

Analisis Jalur dengan LISREL

Salah satu bagian menarik dari buku ini adalah pembahasan tentang analisis jalur (path analysis). Analisis ini digunakan untuk melihat hubungan kausal antarvariabel secara lebih kompleks.

Meskipun judul buku menekankan penggunaan SPSS, penulis juga memperkenalkan LISREL sebagai software pendukung analisis jalur. Hal ini penting karena LISREL lebih kuat dalam menangani model struktural dibanding SPSS.

Kelebihan Buku

Ada beberapa hal yang membuat buku ini layak menjadi referensi utama:

  • Praktis dan sistematis – setiap langkah dijelaskan mulai dari input data hingga membaca output SPSS.
  • Bahasa mudah dipahami – cocok bagi pemula yang baru belajar statistik.
  • Mencakup berbagai analisis – mulai dari analisis deskriptif hingga analisis jalur.
  • Disertai contoh nyata – penjelasan lebih aplikatif karena dikaitkan dengan kasus penelitian sehari-hari.

Kesimpulan

Buku “Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS” karya Muhammad Ali P., S.Pd., M.Pd. adalah panduan komprehensif yang membantu peneliti pemula maupun yang sudah berpengalaman memahami cara mengolah data dengan SPSS. Mulai dari instalasi software, input data, analisis deskriptif, uji komparasi, validitas dan reliabilitas, korelasi, regresi, hingga analisis jalur, semuanya disusun secara runut dan mudah dipahami.

Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau dosen yang mendampingi penelitian mahasiswa, buku ini bisa menjadi “teman setia” dalam menganalisis data. Keunggulan utama buku ini adalah pendekatan praktis, sehingga pembaca tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan langsung di komputer mereka.

Dengan membaca buku ini, diharapkan peneliti dapat melakukan analisis data dengan lebih percaya diri, menyajikan hasil penelitian secara akurat, serta menghasilkan kesimpulan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Pada akhirnya, kehadiran buku ini bukan hanya membantu mahasiswa menyelesaikan skripsi, tetapi juga meningkatkan kualitas penelitian di Indonesia.

Informasi Pemesanan:
📞 HP: 085145459727
📧 Email: cemerlangpublishing949@gmail.com
🌐 Website: www.cvcemerlangpublishing.com Dapatkan buku ini dan tingkatkan keterampilan membaca Anda hari juga!

Klik Saya Mau Beli

Rekomendasi bagi pendidik modern

Rp175000.00 Rp125000.00

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *